Monday, March 21, 2016

Larangan Merokok bagi Generasi Millenial



Generasi Millenial atau kadang juga disebut sebagai generasi X, adalah sebutan untuk generasi anak di masa kini. Generasi yang ingin merasa bebas tanpa terikat apapun, juga Ambisius dan sangat percaya diri akan kemampuan dan potensinya yang tak terbatas. Generasi ini memiliki kecintaan yang berlebihan terhadap dirinya sendiri, cenderung egois dan invidualis, maka itu generasi ini juga disebut sebagai generasi "aku,aku,aku".
 Perkembangan teknologi dan internet, serta munculnya berbagai sosial media adalah pemicu utama berkembangnyagenerasi Millenial ini. Perkembangan tersebut membuat dunia seolah tidak ada jarak (globalisasi) dan juga setiap orang menjadi sangat terkoneksi. Bayangkan bahwa setiap remaja di Indonesia lebih memilih aktif di facebook dan twitter dalam setiap waktu luangnya, dibandingkan dengan melakukan aktivitas atau hobi lainnya.
 Pada generasi Millenial, pasti tidak sedikit orang yang meluangkan waktunya dengan bersantai sejenak sambil ditemani rokok. Hal tersebut sudah sangat lumrah bagi generasi Millenial ini, bahkan di generasi generasi sebelum Millenial masih banyak yang melakukan kegiatan tersebut. Katanya, merokok itu adalah cara menghilangkan stress yang paling mudah dan tidak menghabiskan duit banyak. Bahkan tak heran banyak orang meninggal disebabkan oleh rokok. Rokok tetap menjadi permasalahan sosial yang serius. Dari mulai penampilan tidak menarik, bau, hingga penyakit kanker paru-paru dapat disebabkan karena kebiasaan merokok.
Rokok merupakan bahan adiktif yang mengandung kurang lebih 4.000-an elemen-elemen dan 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan, karena mengandung zat seperti : tar, nikotin, karbonmonoksida, kadmium, amoniak dan lain sebagainya. Banyak orang telah mengetahui dampak buruk yang akan timbul jika mengkonsumsi rokok, apalagi secara berlebihan. Tetapi banyak juga yang tidak peduli akan bahaya tersebut, malah jumlah perokok sekarang semakin bertambah setiap tahunnya, dan yang semakin memprihatinkan anak Sekolah Dasar banyak yang sudah mulai merokok.
Melihat hal tersebut, maka pada tahun 1988, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang disahkan oleh Majelis Kesehatan Dunia, mencetuskan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia setiap tanggal 31 Mei, dimana pada hari tersebut seluruh negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan para perokok agar berpuasa tidak merokok (mengisap tembakau) selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Dan menurut Saya, ada baiknya diselingi berbagai kegiatan seperti dengan kampanye – kampanye dan seminar yang mendatangkan dokter spesialis paru –paru misalnya yang menjelaskan dampak negatif dari merokok tersebut. Serta menyebarkan isi dari seminar tersebut ke sosial media, mengingat generasi Minellial adalah generasi yang sering mengakses informasi di sosial media. Dengan begitu masyarakat perokok aktif yang datang mengikuti seminar dan yang membaca di sosial media, diharapkan tergerak kesadarannya untuk mulai mengurangi rokok bahkan lebih baik apabila mulai berhenti merokok. Rokok memang membuat penggunanya jadi kecanduan, tapi bukan berarti perokok akan selamanya jadi perokok. Jika ada kemauan kuat dan usaha keras, kebiasaan merokok bisa dihentikan. Berikut cara efektif menghentikan kebiasaan merokok;
1.      Pergi ke dokter
Keinginan kuat saja tidak cukup. Menghentikan kebiasaan yang sudah berlangsung lama tidaklah mudah, begitu juga dengan kebiasaan merokok. Penanganan medis dibutuhkan bagi para perokok yang ingin berhenti dari kebiasaannya. Biasanya dokter akan memberikan resep obat untuk terapi untuk menghilangkan nikotin dari tubuh.
2.      Olahraga dan diet
Richard D. Hurt, M.D., profesor, dokter, dan direktur Mayo Clinic’s Nicotine Dependence Center mengatakan bahwa dengan berolahraga lima hari seminggu selama 30 menit dapat membantu menghentikan kebiasaan merokok.
Universitas Buffalo melaporkan hasil penelitiannya bahwa perokok yang paling banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran dalam periode empat belas bulan, 3 kali lebih berhasil untuk berhenti merokok. Makanan yang tinggi serat dapat membuat kenyang dan menangkal keinginan untuk merokok.
3.      Bersosialisasi
Sebagai generasi Millenial bersosialisasi dengan jejaring sosial adalah kegiatan yang paling sering kita lakukan. Dengan cara bersosialisasi melalui jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook dapat membantu perokok menghentikan kebiasaannya.  Hurt mengatakan bahwa semakin banyak waktu kontak, semakin baik hasilnya. Sebuah ulasan studi yang diterbitkan oleh Cochrane Collaboration – organisasi nirlaba internasional yang mengelola informasi riset medis dengan cara sistematik – mengatakan bahwa pesan teks (sms) dapat membantu melipatgandakan keberhasilan para perokok dalam menghentikan kebiasaannya.
4.      Menabung
Dalam proses menghentikan kebiasaan merokok, masukkan sejumlah uang yang biasa dikeluarkan untuk rokok ke dalam toples bening, dengan begitu Anda bisa mengetahui berapa besar pengeluaran untuk rokok sehari-hari. Cara ini juga bisa memotivasi keinginan Anda untuk berhenti merokok dan menggunakan uang tabungan untuk hal-hal lain yang lebih berguna.
Ingatlah, jika kita merokok hari ini, dampak yang ditimbulkan bukan esok hari atau lusa, melainkan 10 sampai 20 tahun mendatang dimana pada usia tersebut kita berada di masa usia produktif.



Monday, March 14, 2016

KEBIJAKAN PLASTIK BERBAYAR

Plastik adalah istilah umum bagi Polimer, material yang terdiri dari rantai panjang  karbon dan elemen-elemen lain yang mudah dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran. Sedangkan kantong plastik adalah kantong pembungkus yang terbuat dari plastik yang fungsinya juga untuk membantu membawa barang konsumsi seperti belanjaan, pakaian, makanan dan obat-obatan. Kantong plastik merupakan sampah yang paling terbanyak dan menyebabkan dampak yang buruk juga bagi kita. Bahkan seekor jerapah di Kebun Binatang Surabaya mati disebabkan kantong plastik! Karena di lambungnya terdapat 20 kg tas kresek atau yang biasa kita sebut dengan kantong plastik. Lalu jutaan biota laut mati karena terjerat ataupun menelan kantong plastik. Sungguh tragis apabila kita mendengarnya sebagai sesama makhluk hidup, nyawa mereka melayang karena disebabkan kantong plastik yang dibuang sembarangan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Selain itu masalah yang utama adalah kantong plastik menjadi dampak pemicu terbesar banjir. Dikarenakan kantong plastik yang dibuang sembarang oleh manusia itu menutupi saluran air yang bilamana jika terjadi hujan akan menggangu proses berjalan nya air dan akan meluap sehingga menyebabkan banjir.
 Dampak negatif  kantong plastik lainnya adalah apabila kita membakar kantong plastik maka asap yang dihasilkan oleh pembakaran tersebut adalah zat beracun. Ditambah lagi sampah warga perkotaan itu banyak yang tidak mudah terurai, terutama plastik. Sampah plastik yang semakin menumpuk menimbulkan pencemaran yang serius.Kantong plastik baru dapat mulai terurai paling tidak selama lebih dari 20 s/d 100 tahun di dalam tanah. Jika kantong plastik itu berada di air, akan lebih sulit lagi terurai. Sungguh banyak hal kecil yang kita tidak tahu dibalik dampak negatif dari pemakaian kantong plastik secara berlebihan ini. Tepat pada 21 Februari 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sepakat memberlakukan penggunaan kantong plastik berbayar seharga Rp 200 s/d 5000 per buah untuk mengurangi limbah plastik.Sejumlah kota telah melakukan kebijakan kantong plastik berbayar itu meski dengan harga yang berbeda. Kota-kota tersebut antara lain, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Tangerang, Depok, Bekasi, Banda Aceh, Jayapura, dan Ambon. Saat ini pelaksanaan ketentuan itu masih uji coba. Jika tidak ada masalah, kebijakan itu  harus terus berlanjut. Kebijakan dari pemerintah ini pun menimbulkan respon pro dan kontra dari masyarakat, tidak jarang warga menolak pungutan uang untuk plastik.Meski demikian, banyak juga masyarakat yang setuju terhadap kebijakan tersebut.
Seperti yang Saya lihat di internet ada beberapa tanggapan masyarakat yang pro dan kontra terhadap kantong plastik berbayar ini seperti;
"Kalau menurut saya, enggak usah plastik berbayar lah, kasihan ibu-ibu kalau ke pasar. Sudah cabai dan bawang mahal, ditambah kantong harus bayar," ujar Apiek Linova, 21 tahun.
"Kenapa enggak dimasukin ke pajak makanan yang kita beli aja? Kan udah ada pajaknya juga, tuh," ujar Suyoto, 49 tahun.
Namun ada juga warga yang setuju dengan kebijakan baru ini. "Saya setuju plastik berbayar jika dilihat dari segi lingkungan, setiap saya lewat tempat pembuangan sampah, yang susah terurai itu," ujar Wulan Agustin, 26 tahun.

Menurut Saya, dengan kebijakan kantong plastik berbayar ini saya sangat setuju, karena kebijakan ini dapat memperbaiki lingkungan yang lebih baik kedepannya. Dan  seharusnya, kebijakan ini harus diterapkan juga di pasar tradisonal. Tetapi banyak yang tidak setuju dengan kebijakan ini karena banyaknya masyarakat kelas bawah yang berkata “Biaya hidup aja udah susah, masa plastik doang juga harus bayar sih!”. Menurut Saya, seharusnya para masyarakat apabila tidak ingin membayar kantong plastik, kesadarannya harus tergerak sendiri untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik dan menggantikannya dengan tas masing masing yang kiranya cukup untuk membawa belanjaan mereka. Plastik berbayar akan berdampak terhadap penghematan biaya pastinya. Sebab, orang yang belanja akan membawa tas masing-masing. Jadi tidak perlu ada produksi plastik lagi dengan begitu pasti akan lebih ramah lingkungan. Dan pemerintah pun apabila ingin kebijakan ini terus berlanjut, juga harus lebih mengedukasi dan mengajak masyarakat khususnya maayarakat kelas bawah supaya lebih memahami bahaya dari sampah kantong plastik dengan cara penyelesaiannya, memakai tas masing-masing yang sekiranya cukup untuk membawa barang belanjaan mereka. Selain itu juga berbagi tips berbelanja ke supermarket, tujuannya agar masyarakat membiasakan diri untuk selalu membawa tas belanjaan masing-masing dan tidak memakai kantong plastik untuk mengurangi sampah plastik. Masyarakat tentu tahu manfaat dan dampak negatif dari kantong plastik, tetapi jika diperhatikan, banyak yang tidak terlalu memperdulikan hal ini. Masyarakat tetap saja menggunakan kantong plastik dan jika sudah tidak dibutuhkan sesegera mungkin dibuang, ada yang membuang di tempat sampah ada juga yang membuang sembarang. Oleh karena itu, diperlukan juga kesadaran dari setiap individu dalam hal ini, karena hal kecil seperti ini akan berdampak besar terhadap lingkungan. Cara yang paling efektif yaitu mengingatkan satu sama lain untuk tidak menggunakan kantong plastik.