Generasi Millenial atau kadang juga disebut sebagai
generasi X, adalah sebutan untuk generasi anak di masa kini. Generasi yang
ingin merasa bebas tanpa terikat apapun, juga Ambisius dan sangat percaya diri
akan kemampuan dan potensinya yang tak terbatas. Generasi ini memiliki
kecintaan yang berlebihan terhadap dirinya sendiri, cenderung egois dan
invidualis, maka itu generasi ini juga disebut sebagai generasi
"aku,aku,aku".
Perkembangan teknologi dan internet, serta munculnya
berbagai sosial media adalah pemicu utama berkembangnyagenerasi
Millenial ini.
Perkembangan tersebut membuat dunia seolah tidak ada jarak (globalisasi) dan
juga setiap orang menjadi sangat terkoneksi. Bayangkan bahwa setiap remaja di
Indonesia lebih memilih aktif di facebook dan twitter dalam setiap waktu
luangnya, dibandingkan dengan melakukan aktivitas atau hobi lainnya.
Pada generasi
Millenial, pasti tidak sedikit orang yang meluangkan waktunya dengan bersantai
sejenak sambil ditemani rokok. Hal tersebut sudah sangat lumrah bagi generasi Millenial
ini, bahkan di generasi generasi sebelum Millenial masih banyak yang melakukan
kegiatan tersebut. Katanya, merokok itu adalah cara menghilangkan stress yang
paling mudah dan tidak menghabiskan duit banyak. Bahkan tak heran banyak orang
meninggal disebabkan oleh rokok. Rokok tetap menjadi permasalahan sosial yang
serius. Dari mulai penampilan tidak menarik, bau, hingga penyakit kanker
paru-paru dapat disebabkan karena kebiasaan merokok.
Rokok merupakan
bahan adiktif yang mengandung kurang lebih 4.000-an elemen-elemen dan 200
diantaranya berbahaya bagi kesehatan, karena mengandung zat seperti : tar,
nikotin, karbonmonoksida, kadmium, amoniak dan lain sebagainya. Banyak orang
telah mengetahui dampak buruk yang akan timbul jika mengkonsumsi rokok, apalagi
secara berlebihan. Tetapi banyak juga yang tidak peduli akan bahaya tersebut,
malah jumlah perokok sekarang semakin bertambah setiap tahunnya, dan yang semakin
memprihatinkan anak Sekolah Dasar banyak yang sudah mulai merokok.
Melihat hal
tersebut, maka pada tahun 1988, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang disahkan
oleh Majelis Kesehatan Dunia, mencetuskan peringatan Hari Tanpa Tembakau
Sedunia setiap tanggal 31 Mei, dimana pada hari tersebut seluruh negara yang
tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan para perokok agar
berpuasa tidak merokok (mengisap tembakau) selama 24 jam serentak di seluruh
dunia. Dan menurut Saya, ada baiknya diselingi berbagai kegiatan seperti dengan
kampanye – kampanye dan seminar yang mendatangkan dokter spesialis paru –paru
misalnya yang menjelaskan dampak negatif dari merokok tersebut. Serta
menyebarkan isi dari seminar tersebut ke sosial media, mengingat generasi
Minellial adalah generasi yang sering mengakses informasi di sosial media. Dengan
begitu masyarakat perokok aktif yang datang mengikuti seminar dan yang membaca
di sosial media, diharapkan tergerak kesadarannya untuk mulai mengurangi rokok
bahkan lebih baik apabila mulai berhenti merokok. Rokok memang membuat
penggunanya jadi kecanduan, tapi bukan berarti perokok akan selamanya jadi
perokok. Jika ada kemauan kuat dan usaha keras, kebiasaan merokok bisa
dihentikan. Berikut cara efektif menghentikan kebiasaan merokok;
1. Pergi
ke dokter
Keinginan kuat saja tidak cukup.
Menghentikan kebiasaan yang sudah berlangsung lama tidaklah mudah, begitu juga
dengan kebiasaan merokok. Penanganan medis dibutuhkan bagi para perokok yang
ingin berhenti dari kebiasaannya. Biasanya dokter akan memberikan resep obat
untuk terapi untuk menghilangkan nikotin dari tubuh.
2. Olahraga
dan diet
Richard D. Hurt, M.D., profesor,
dokter, dan direktur Mayo Clinic’s Nicotine Dependence Center mengatakan bahwa
dengan berolahraga lima hari seminggu selama 30 menit dapat membantu menghentikan
kebiasaan merokok.
Universitas Buffalo melaporkan hasil
penelitiannya bahwa perokok yang paling banyak mengkonsumsi buah-buahan dan
sayuran dalam periode empat belas bulan, 3 kali lebih berhasil untuk berhenti
merokok. Makanan yang tinggi serat dapat membuat kenyang dan menangkal
keinginan untuk merokok.
3. Bersosialisasi
Sebagai generasi Millenial
bersosialisasi dengan jejaring sosial adalah kegiatan yang paling sering kita
lakukan. Dengan cara bersosialisasi melalui jejaring sosial seperti Twitter dan
Facebook dapat membantu perokok menghentikan kebiasaannya. Hurt mengatakan bahwa semakin banyak waktu
kontak, semakin baik hasilnya. Sebuah ulasan studi yang diterbitkan oleh
Cochrane Collaboration – organisasi nirlaba internasional yang mengelola
informasi riset medis dengan cara sistematik – mengatakan
bahwa pesan teks (sms) dapat membantu melipatgandakan keberhasilan para perokok
dalam menghentikan kebiasaannya.
4. Menabung
Dalam proses menghentikan kebiasaan
merokok, masukkan sejumlah uang yang biasa dikeluarkan untuk rokok ke dalam
toples bening, dengan begitu Anda bisa mengetahui berapa besar pengeluaran
untuk rokok sehari-hari. Cara ini juga bisa memotivasi keinginan Anda untuk
berhenti merokok dan menggunakan uang tabungan untuk hal-hal lain yang lebih
berguna.
Ingatlah, jika kita merokok hari ini,
dampak yang ditimbulkan bukan esok hari atau lusa, melainkan 10 sampai 20 tahun
mendatang dimana pada usia tersebut kita berada di masa usia produktif.