Plastik adalah istilah
umum bagi Polimer, material yang terdiri dari rantai panjang karbon dan
elemen-elemen lain yang mudah dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran.
Sedangkan kantong plastik adalah kantong pembungkus yang terbuat dari plastik
yang fungsinya juga untuk membantu membawa barang konsumsi seperti belanjaan,
pakaian, makanan dan obat-obatan. Kantong plastik
merupakan sampah yang paling terbanyak dan menyebabkan dampak yang buruk juga
bagi kita. Bahkan seekor jerapah di Kebun Binatang Surabaya mati disebabkan
kantong plastik! Karena di lambungnya terdapat 20 kg tas kresek atau yang biasa
kita sebut dengan kantong plastik. Lalu jutaan biota laut mati karena terjerat
ataupun menelan kantong plastik. Sungguh tragis apabila kita mendengarnya
sebagai sesama makhluk hidup, nyawa mereka melayang karena disebabkan kantong
plastik yang dibuang sembarangan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung
jawab. Selain itu masalah yang utama adalah kantong plastik menjadi dampak
pemicu terbesar banjir. Dikarenakan kantong plastik yang dibuang sembarang oleh
manusia itu menutupi saluran air yang bilamana jika terjadi hujan akan
menggangu proses berjalan nya air dan akan meluap sehingga menyebabkan banjir.
Dampak negatif
kantong plastik lainnya adalah apabila kita membakar kantong plastik
maka asap yang dihasilkan oleh pembakaran tersebut adalah zat beracun. Ditambah
lagi sampah warga perkotaan itu banyak yang tidak mudah terurai, terutama
plastik. Sampah plastik yang semakin menumpuk menimbulkan pencemaran yang
serius.Kantong plastik baru dapat mulai terurai paling tidak selama lebih dari
20 s/d 100 tahun di dalam tanah. Jika kantong plastik itu berada di air, akan
lebih sulit lagi terurai. Sungguh banyak hal kecil yang kita tidak tahu dibalik
dampak negatif dari pemakaian kantong plastik secara berlebihan ini. Tepat pada
21 Februari 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, Pemerintah dan
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sepakat memberlakukan penggunaan
kantong plastik berbayar seharga Rp 200 s/d 5000 per buah untuk mengurangi
limbah plastik.Sejumlah kota telah melakukan kebijakan kantong plastik berbayar
itu meski dengan harga yang berbeda. Kota-kota tersebut antara lain, Jakarta,
Bandung, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Tangerang, Depok, Bekasi, Banda Aceh,
Jayapura, dan Ambon. Saat ini pelaksanaan ketentuan itu masih uji coba. Jika
tidak ada masalah, kebijakan itu harus terus
berlanjut. Kebijakan dari pemerintah ini pun menimbulkan respon pro dan kontra
dari masyarakat, tidak jarang warga menolak pungutan uang untuk plastik.Meski
demikian, banyak juga masyarakat yang setuju terhadap kebijakan tersebut.
Seperti
yang Saya lihat di internet ada beberapa tanggapan masyarakat yang pro dan
kontra terhadap kantong plastik berbayar ini seperti;
"Kenapa enggak
dimasukin ke pajak makanan yang kita beli aja? Kan udah ada pajaknya juga,
tuh," ujar Suyoto, 49 tahun.
Namun ada juga warga yang setuju dengan kebijakan baru ini. "Saya setuju plastik berbayar jika
dilihat dari segi lingkungan, setiap saya lewat tempat pembuangan sampah, yang
susah terurai itu," ujar Wulan Agustin, 26 tahun.
Menurut Saya, dengan kebijakan kantong plastik berbayar ini saya
sangat setuju, karena kebijakan ini dapat memperbaiki lingkungan yang lebih
baik kedepannya. Dan seharusnya,
kebijakan ini harus diterapkan juga di pasar tradisonal. Tetapi banyak yang
tidak setuju dengan kebijakan ini karena banyaknya masyarakat kelas bawah yang berkata “Biaya hidup aja udah susah, masa
plastik doang juga harus bayar sih!”. Menurut Saya, seharusnya para
masyarakat apabila tidak ingin membayar kantong plastik, kesadarannya harus
tergerak sendiri untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik dan
menggantikannya dengan tas masing masing yang kiranya cukup untuk membawa
belanjaan mereka. Plastik berbayar akan berdampak terhadap penghematan biaya pastinya.
Sebab, orang yang belanja akan membawa tas masing-masing. Jadi tidak perlu ada
produksi plastik lagi dengan begitu pasti akan lebih ramah lingkungan. Dan
pemerintah pun apabila ingin kebijakan ini terus berlanjut, juga harus lebih mengedukasi
dan mengajak masyarakat khususnya maayarakat kelas bawah supaya lebih memahami
bahaya dari sampah kantong plastik dengan cara penyelesaiannya, memakai tas
masing-masing yang sekiranya cukup untuk membawa barang belanjaan mereka. Selain
itu juga berbagi tips berbelanja ke supermarket, tujuannya agar masyarakat
membiasakan diri untuk selalu membawa tas belanjaan masing-masing dan tidak
memakai kantong plastik untuk mengurangi sampah plastik. Masyarakat tentu
tahu manfaat dan dampak negatif dari kantong plastik, tetapi jika diperhatikan,
banyak yang tidak terlalu memperdulikan hal ini. Masyarakat tetap saja
menggunakan kantong plastik dan jika sudah tidak dibutuhkan sesegera mungkin
dibuang, ada yang membuang di tempat sampah ada juga yang membuang sembarang.
Oleh karena itu, diperlukan juga kesadaran dari setiap individu dalam hal ini,
karena hal kecil seperti ini akan berdampak besar terhadap lingkungan. Cara
yang paling efektif yaitu mengingatkan satu sama lain untuk tidak menggunakan
kantong plastik.
No comments:
Post a Comment