Monday, March 14, 2016

KEBIJAKAN PLASTIK BERBAYAR

Plastik adalah istilah umum bagi Polimer, material yang terdiri dari rantai panjang  karbon dan elemen-elemen lain yang mudah dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran. Sedangkan kantong plastik adalah kantong pembungkus yang terbuat dari plastik yang fungsinya juga untuk membantu membawa barang konsumsi seperti belanjaan, pakaian, makanan dan obat-obatan. Kantong plastik merupakan sampah yang paling terbanyak dan menyebabkan dampak yang buruk juga bagi kita. Bahkan seekor jerapah di Kebun Binatang Surabaya mati disebabkan kantong plastik! Karena di lambungnya terdapat 20 kg tas kresek atau yang biasa kita sebut dengan kantong plastik. Lalu jutaan biota laut mati karena terjerat ataupun menelan kantong plastik. Sungguh tragis apabila kita mendengarnya sebagai sesama makhluk hidup, nyawa mereka melayang karena disebabkan kantong plastik yang dibuang sembarangan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Selain itu masalah yang utama adalah kantong plastik menjadi dampak pemicu terbesar banjir. Dikarenakan kantong plastik yang dibuang sembarang oleh manusia itu menutupi saluran air yang bilamana jika terjadi hujan akan menggangu proses berjalan nya air dan akan meluap sehingga menyebabkan banjir.
 Dampak negatif  kantong plastik lainnya adalah apabila kita membakar kantong plastik maka asap yang dihasilkan oleh pembakaran tersebut adalah zat beracun. Ditambah lagi sampah warga perkotaan itu banyak yang tidak mudah terurai, terutama plastik. Sampah plastik yang semakin menumpuk menimbulkan pencemaran yang serius.Kantong plastik baru dapat mulai terurai paling tidak selama lebih dari 20 s/d 100 tahun di dalam tanah. Jika kantong plastik itu berada di air, akan lebih sulit lagi terurai. Sungguh banyak hal kecil yang kita tidak tahu dibalik dampak negatif dari pemakaian kantong plastik secara berlebihan ini. Tepat pada 21 Februari 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sepakat memberlakukan penggunaan kantong plastik berbayar seharga Rp 200 s/d 5000 per buah untuk mengurangi limbah plastik.Sejumlah kota telah melakukan kebijakan kantong plastik berbayar itu meski dengan harga yang berbeda. Kota-kota tersebut antara lain, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Tangerang, Depok, Bekasi, Banda Aceh, Jayapura, dan Ambon. Saat ini pelaksanaan ketentuan itu masih uji coba. Jika tidak ada masalah, kebijakan itu  harus terus berlanjut. Kebijakan dari pemerintah ini pun menimbulkan respon pro dan kontra dari masyarakat, tidak jarang warga menolak pungutan uang untuk plastik.Meski demikian, banyak juga masyarakat yang setuju terhadap kebijakan tersebut.
Seperti yang Saya lihat di internet ada beberapa tanggapan masyarakat yang pro dan kontra terhadap kantong plastik berbayar ini seperti;
"Kalau menurut saya, enggak usah plastik berbayar lah, kasihan ibu-ibu kalau ke pasar. Sudah cabai dan bawang mahal, ditambah kantong harus bayar," ujar Apiek Linova, 21 tahun.
"Kenapa enggak dimasukin ke pajak makanan yang kita beli aja? Kan udah ada pajaknya juga, tuh," ujar Suyoto, 49 tahun.
Namun ada juga warga yang setuju dengan kebijakan baru ini. "Saya setuju plastik berbayar jika dilihat dari segi lingkungan, setiap saya lewat tempat pembuangan sampah, yang susah terurai itu," ujar Wulan Agustin, 26 tahun.

Menurut Saya, dengan kebijakan kantong plastik berbayar ini saya sangat setuju, karena kebijakan ini dapat memperbaiki lingkungan yang lebih baik kedepannya. Dan  seharusnya, kebijakan ini harus diterapkan juga di pasar tradisonal. Tetapi banyak yang tidak setuju dengan kebijakan ini karena banyaknya masyarakat kelas bawah yang berkata “Biaya hidup aja udah susah, masa plastik doang juga harus bayar sih!”. Menurut Saya, seharusnya para masyarakat apabila tidak ingin membayar kantong plastik, kesadarannya harus tergerak sendiri untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik dan menggantikannya dengan tas masing masing yang kiranya cukup untuk membawa belanjaan mereka. Plastik berbayar akan berdampak terhadap penghematan biaya pastinya. Sebab, orang yang belanja akan membawa tas masing-masing. Jadi tidak perlu ada produksi plastik lagi dengan begitu pasti akan lebih ramah lingkungan. Dan pemerintah pun apabila ingin kebijakan ini terus berlanjut, juga harus lebih mengedukasi dan mengajak masyarakat khususnya maayarakat kelas bawah supaya lebih memahami bahaya dari sampah kantong plastik dengan cara penyelesaiannya, memakai tas masing-masing yang sekiranya cukup untuk membawa barang belanjaan mereka. Selain itu juga berbagi tips berbelanja ke supermarket, tujuannya agar masyarakat membiasakan diri untuk selalu membawa tas belanjaan masing-masing dan tidak memakai kantong plastik untuk mengurangi sampah plastik. Masyarakat tentu tahu manfaat dan dampak negatif dari kantong plastik, tetapi jika diperhatikan, banyak yang tidak terlalu memperdulikan hal ini. Masyarakat tetap saja menggunakan kantong plastik dan jika sudah tidak dibutuhkan sesegera mungkin dibuang, ada yang membuang di tempat sampah ada juga yang membuang sembarang. Oleh karena itu, diperlukan juga kesadaran dari setiap individu dalam hal ini, karena hal kecil seperti ini akan berdampak besar terhadap lingkungan. Cara yang paling efektif yaitu mengingatkan satu sama lain untuk tidak menggunakan kantong plastik.

No comments:

Post a Comment